Hadiri Temu Lapang SOLID, Keliobas Tanam Mangrove di Maar

By Imron Ubrusun 07 Mei 2018, 14:47:27 WIBKegiatan

Hadiri Temu Lapang SOLID, Keliobas Tanam Mangrove di Maar

Keterangan Gambar :


Bula,Maluku- Bupati Seram Bagian Timur (SBT) Abdul Mukti Keliobas pada Rabu, (7/3/2018) kemarin melakukan penanaman anakan mangrove ditanjung Maar dusun Maar, desa Kilwaru, kecamatan Seram Timur. Kegiatan tanam mangrove ini digelar dalam rangka Temu Lapang Kelompok Tani dan Nelayan SOLID Kecamatan Seram Timur Tahun 2018 yang digelar dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Selain melakukan penanaman seribu anakan pohon mangrove, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penyerahan sertifikat P-IRT unit usaha Karya Mandiri Desa Kilwaru dan penyerahan Kartu Asuransi Nelayan serta Penyerahan Bantuan sarana penunjang kegiatan usaha kepada unit usaha Karya mandiri dan unit usaha sukuway.

Keliobas dalam sambutannya mengaku sangat mengapresiasi kegiatan temu lapang kelompok tani dan nelayan yang digagas didinas ketabahan pangan itu. Menurut dia, meski dilaksanakan secara mendadak namun kegiatan tersebut dinilai cukup berdampak positif karena masyarakat terutama kelompok tani dan nelayan sangat antusias dan terlibat langsung.

“Insyah Allah menjadi awal untuk bagaimana kita sama-sama mengembangkan kelompok-kelompok dan nelayan sehingga menjadi bagian dari jembatan menuju Kesejatraan masyarakat yang ada di negeri ini. Saya berharap mudah-mudahan kegiatan ini bisa dikawal secara baik, dibina baik sehingga tidak hanya pada saat ini saja, “ungkapnya.

Kegiatan temu lapang kelompok tani dan nelayan binaan Program SOLID (Smallholder Livelehood Development Project In Eastern Indonesia) yang dikordinir dinas Ketahanan Pangan SBT dinilai cukup berhasil. Namun sayangnya, program SOLID yang dibiayai lembaga pangan Internasional IFAD (International Fund For Agricultural) di provinsi Maluku akan berakhir pada tahun 2019 mendatang. Untuk itu Keliobas katakan, setiap kelompok yang dibina melalui program SOLID akan dikembalikan ke daerah dan pembiayaannya akan menjadi tanggungjwab dinas Ketahanan pangan setempat melalui alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

“Pemerintah daerah sudah memiliki tanggung jawab yang besar untuk terus dan terus mengembangkan kelompok ini sehingga bisa mandiri dan ini harus disuplai dengan dana APBD kabupaten. Ketahanan pangan harus mampu mempertahankan program ini sehingga dalam paparan nanti pada saat pembahasan APBD ini harus menjadi skala prioritas, saya tidak mau gagal disini. ini adalah pekerjaan rumah dan ini instruksi langsung yang saya sampaikan, “katanya.

Kelompok binaan SOLID dan dinas Ketahanan Pangan dikabupaten SBT sendiri kini telah berhasil melahirkan sejumlah produk lokal yang saat ini menjadi produk unggulan masyarakat SBT. Salah satunya minyak goreng Minlean yang diproduksi kelompok SOLID desa namalena kecamatan Teluk Waru. Tidak hanya minyak goreng Minlean untuk mempromosikan produk lokal lainnya, Keliobas saat ini telah mengeluarkan instruksi bupati seram bagian timur nomor 021 tahun 2017 agar setiap Aparatur Sipil Negara dilingkup Pemkab SBT wajib mengkonsumsi produk-produk lokal yang dihasilkan dari kelompok binaan SOLID dan dinas Ketahanan Pangan setempat.

“Ini kami maksudkan agar minyak kelapa produksi lokal kita ini tidak hanya berhenti pada pasar-pasar tradisional tapi paling tidak tahun-tahun kedepan ambisi kita produk lokal kita harus tembus pasar moderen, baik itu diprovinsi Maluku maupun secara nasional, “harapnya Keliobas.

Sementara itu, kepala dinas Ketahanan pangan SBT, Mirnawati Derlen dalam laporannya mengatakan, temu lapang bagi kelompok tani dan nelayan itu adalah merupakan cerminan akan pentingnya kebersamaan dan keterpaduan diantara sesama kelompok tani/nelayan dalam mengembangkan dan memantapkan agribisnis sebagai usaha andalan daerah.

Menurutnya, melalui acara tersebut dapat tercipta komunikasi yang aktif antar kelompok tani dan nelayan sekaligus sebagai suatu forum masyarakat yang dapat menghasilkan rumusan yang kreatif dan inovatif untuk paduan dan pegangan dalam mengembangkan serta memanfaatkan agribisnis sebagai sektor penggerak perekonomian didaerah kita.

“Tujuan diselenggarakan acara ini adalah untuk menciptakan komunikasi dan kerjasama yang baik melalui forum dialog antara petani, nelayan dengan Pemerintah ataupun instansi terkait di semua tingkatan yang dilaksanakan sesuai keperluan, “katanya.

Kata dia, peserta temu lapang kelompok tani dan nelayan SOLID diikuti oleh 20 kelompok tani dan nelayan yang terdiri dari 10 kelompok didesa Kilwaru dan 10 kelompok didesa Kellu kecamatan Seram Timur.

Pelaksanaan kegiatan temu lapang kelompok tani dan nelayan SOLID kecamatan Seram Timur didirangkai dengan sejumlah kegiatan lainnya yakni penyerahan 5 sertifikat P-IRT unit usaha karya mandiri dan karya ibu desa Kilwaru, penyerahan kartu asuransi nelayan dan penyerahan bantuan sarana penunjang kegiatan usaha Home industri berupa peralatan dan bangunan dalam rangka pengembangan sentra komoditi unggulan oleh dinas Ketahanan Pangan Kabupaten SBT yang dianggarkan dalam DIPA tahun anggaran 2017 kepada 9 unit usaha solid sebesar dengan total anggaran sebesar Rp.2.826.551.200 (Dua miliar delapan ratus dua puluh enam juta lima ratus lima puluh satu ribu dua ratus rupiah)

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, Kapolres SBT, AKBP. Saminata, S.Ik, ketua DPRD SBT, Agil Rumakat, SP, Perwira Penghubung Kodim 1502/Masohi di SBT Mayor. Inf. Dion Mado, Kapolsek Seram Timur, Iptu, Asri Renmaur, Camat Seram Timur, M. Akil Rumain dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah.



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment