Rakor Monev Stunting, Pelaksanaan Program Harus Dilakukan Secara Konvergen

By Admin Diskominfo 16 Jun 2022, 08:54:37 WIBKegiatan

Rakor Monev Stunting, Pelaksanaan Program Harus Dilakukan Secara Konvergen

Keterangan Gambar :


Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) dalam rangka percepatan penurunan stunting di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) digelar di Gedung Serbaguna Dinas Kesehatan, Rabu (15/6).

Rapat ini dihadiri oleh Bupati SBT Abdul Mukti Keliobas, Wakil Bupati SBT Idris Rumalutur, Duta Parenting Maluku Widya Pratiwi Murad, Nina Parenting SBT Ibu Yulia Misa Keliobas, Pimpinan OPD Provinsi Maluku, danPimpinan OPD Kab. SBT.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan oleh Wakil Bupati, mengatakan Prevalensi stunting di Indonesia dalam 10 tahun terakhir belum ada penurunan yang signifikan walaupun segala upaya telah dilakukan oleh Pemerintah.

“Hasil Riset Kesehatan Dasar menunjukkan sebanyak 30,8% Balita di Indonesia mengalami stunting , untuk Provinsi Maluku sebanyak 34,2% dan Kabupaten Seram Bagian Timur sebanyak 41% di tahun 2020, dan sudah ada penurunan 25 % di tahun 2021. hal ini tentunya masih menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah Kab Seram Bagian Timur dan kita semua yang hadir di malam hari ini ” Ungkapnya

Ia menambahkan, diperlukan koordinasi dan kerjasama dalam memerangi stunting melalui progam dan kegiatan terencana dengan baik dan terukur untuk memastikan stunting dapat kita tuntaskan sampai dengan tahun 2024.

Sementara itu, Duta Parenting Maluku dalam sambutannya menambahkan Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan program harus dilakukan secara konvergen, Ibarat memanah maka anak panah harus mengarah ke jantung persoalan. Jadi kunci keberhasilan pencapain target penurunan stunting adalah mempertajam intervensi spesifik dan intervensi sensitif.

“Hasil kajian Bapenas menunjukkan bahwa jika seluruh intervensi spesifik seperti ASI eksklusif, pemberian makanan tambahan baik kepada ibu hamil dan balita dapat mencapai seluruh sasaran, maka stunting akan turun dengan cepat. Bukan berarti intervensi sensitif kurang penting, intervensi sensitif sangat penting karena merupakan persyaratan terlaksananya intervensi spesifik.” Pungkasnya

Dibutuhkan strategi yang tepat dan Penajaman kegiatan untuk menjamin pelaksanaan percepatan penurunan stunting berlangsung dengan baik. Bagaimana penajamannya merupakan PR kita bersama. Lanjut Duta Parenting Maluku ini.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian Testimoni program dan kegiatan Nina Parenting Kab. SBT tahun 2021-2022 oleh Ketua TP-PKK SBT Yulia Misa Ltc Keliobas.

Setelah itu, Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian Materi oleh Kepala Bappeda Provinsi Maluku Anthon A. Lailossa, Kepala Bappeda SBT Husein Mony, Kepala Perwakilan BKKBN Sarles Brabar, dan Sekretaris Camat Tutuk Tolu.

Dalam Rakor tersebut Pemprov Maluku juga memberikan bantuan kepada Masyarakat. – EV – MT



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment